Tips Mempunyai Rumah untuk Para Generasi Millenial

Banyak kalangan pekerja muda yang terheran-heran melihat laju perkembangan bisnis properti di Indonesia. Terutama saat melihat harga rumah idaman mereka yang ternyata cukup fantastis nilainya. Tak jarang mereka jadi patah semangat dan malah berpikir pesimis dapat memiliki rumah dalam waktu dekat. Jangan terpaku! Tidak selamanya pemikiran itu benar. Masih banyak jalan yang dapat ditempuh untuk memperoleh keinginan Anda, termasuk hasrat memiliki rumah.

Seperti yang dilansir media-media kenamaan seperti harian “Jakarta Post”, banyak keluhan dari para generasi millennial bahwa memiliki rumah idaman mereka itu seperti sesuatu yang sangat tidak mungkin. Mereka begitu pesimis dapat membeli rumah idaman akibat dari tingginya kenaikan harga tanah di kota-kota besar, terutama di Jakarta.

Sekalipun memang lonjakan harga terjadi akibat berbagai macam alasan. Tetap saja harga selangit membuat generasi muda sekarang seolah-olah sulit mewujudkan impian mereka yang satu ini. Belum lagi besarnya uang muka yang cukup tinggi, sulitnya mendapat pekerjaan tetap, ataupun bunga KPR yang makin hari makin tinggi. Sehingga penghasilan mereka tidak mencukupi untuk dapat diterima oleh pihak pemberi kredit.

Pastinya kondisi ini terlihat memprihatinkan. Mengingat rumah adalah kebutuhan primer, bukan sekunder atau malah tersier. Tiap orang bekerja keras salah satunya untuk memenuhi kebutuhan yang satu ini. Tanpa adanya tempat tinggal maka kehidupan sehari-hari dan masa depan tentu jadi tidak menentu.

Melihat permasalahan tersebut di atas, sangat penting bagi generasi millenial untuk mencari tahu tips dalam memperoleh rumah impiannya. Berikut ini beberapa tips yang dapat dilakukan. Semoga dengan tips-tips berikut, masa banyak pekerja muda yang tidak ragu lagi untuk berusaha memiliki rumah impian:

1. Menabung Otomatis untuk DP

Mungkin sudah sering kali Anda mendengarkan nasihat ini, entah dari teman, kolega atau bahkan orang tua sendiri. Yah, jangan bosan-bosan, karena nasehat ini besar manfaatnya. Mengingat kesulitan utama memiliki rumah biasanya seputar tidak ada dana untuk uang muka. Sementara apabila kita ingin membeli sebuah properti, pasti ada syarat uang muka minimal yang harus dibayarkan.

Oleh sebab itu, pastinya jika ingin memiliki rumah paling tidak harus siap dahulu dengan dana untuk uang mukanya. Darimana uang tersebut bisa didapat? Tentu saja dengan menabung! Inilah cara yang paling efektif. Sayangnya, masih banyak pekerja muda yang sulit mengatur keuangannya. Entah karena belum terbiasa atau karena memiliki gaya hidup yang tinggi. Hal kecil tersebut memadamkan langkah untuk rutin menyetorkan simpanan untuk tujuan tertentu seperti uang muka rumah.

Dengan permasalahan yang seperti itu, ada baiknya jika menerapkan tabungan otomatis. Masih bingung dengan maksud tabungan otomatis? Ini merupakan fasilitas tabungan auto-debet yang dapat diatur terpotong secara otomatis oleh pihak bank pada rekening Anda. Nah, supaya efektif, setting saja tanggal pemotongan dana di awal bulan. Jadi setelah menerima gaji maka akan langsung terpotong oleh tabungan tersebut.

Cara yang lebih baik yaitu dengan memanfaatkan fitur reksa dana Auto-invest. Fasilitas ini akan memotong dana secara otomatis untuk diinvestasikan di instrumen reksa dana yang sudah dipilih di awal. Dibanding dengan menabung di tabungan, reksa dana menyediakan instrumen dengan tingkat return yang lebih tinggi dan tingkat keamanan yang lebih baik. Namun demikian ada beberapa instrument reksa dana yang tidak disarankan seperti:

  • Reksa dana Saham dimana tingginya risiko membuat instrumen ini tidak cocok dengan sifat uang muka yang dikumpulkan dalam jangka pendek.
  • Investasi unit link yang besar biaya administrasinya serta tujuannya yang digunakan untuk jangka Panjang, kisaran di atas 10 tahun.

2. Beli Apartemen Dekat Akses Transportasi

Perumahan di kota besar sudah barang tentu haraganya menjulang tinggi. Hal tersebut dipicu oleh harga tanah yang makin tinggi. Sehingga jika menginginkan untuk memiliki rumah di dalam kota seperti Jakarta tentu sangat sulit. Bisa-bisa Anda hanya mampu membeli rumah yang jauh sekali di pinggiran kota.

Untuk mengatasi masalah ini, sebaiknya pikirkan untuk memiliki apartemen. Selain harganya yang lebih terjangkau biasanya lokasinya juga cukup strategis. Apalagi jika dekat dengan akses transportasi yang memadai seperti KRL atau Transjakarta. Perlu diingat bahwa pemerintah sedang giat mengembangkan sistem transportasi yang terintegrasi. Sehingga ini cukup menarik untuk dijadikan sasaran tempat tinggal. Coba cek beberapa sarana transportasi baru yang sedang dibangun, biasanya di sekitar tempat tersebut juga terdapat apartemen baru yang harganya masih relatif terjangkau.

3. Program Cicilan DP

Susahnya menyediakan uang muka dapat diatasi dengan mengikuti program cicilan DP. Ini merupakan cara untuk mencicil uang muka selama jangka waktu tertentu. Sehingga ada baiknya manfaat ini dipakai sebagai alternatif membayarkan DP.

Biasanya kemudahan ini ditawarkan oleh pihak pengembang, dimana DP dapat cicil sebanyak 12x atau 24x. Setelah DP lunas, barulah pengajuan KPR kepada pihak bank dilaksanakan. Dengan demikian otomatis hal ini membantu meringkan kesulitan para pekerja muda. Anggapannya seluruh biaya kepemilikan rumah jadi bisa dicicil.

Namun, sekalipun bermanfaat, tetap saja ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Pertama, harga beli akan jauh lebih tinggi. Karena itu siapkan pemikiran bahwa cara ini akan jauh lebih mahal. Kedua, jika gagal menyelesaikan cicilan maka biasanya cicilan akan hangus atau tidak kembali sepenuhnya. Tergantung pada perjanjian di awal dengan pengembang yang bersangkutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *