Nokia Pisang Mengeluarkan dengan Teknologi 4G

Nokia merilis berbagai tipe telepon seluler (ponsel) legendaris dengan versi baru sejak produsen ponsel itu kembali ke pasaran dunia. Setelah meluncurkan tipe 3310, kini giliran Nokia 8110 yang hadir.

Ponsel berjuluk Nokia Pisang itu kembali hadir dengan berbagai fitur anyar. Warna kuning yang mencolok membuat ponsel Nokia 8110 biasa disebut dengan nama pisang. Maklum saja, warnanya yang kuning terang sangat mirip dengan buah pisang. Ponsel Nokia pisang ini kabarnya telah diluncurkan di beberapa negara pada awal pekan.

Dikutip Jaringan Informasi Bisnis Indonesia dari Phone Arena, ), Nokia 8110 memang bukan ponsel Android. Namun, perangkat yang satu ini rupanya bisa dipakai untuk mengakses Whatsapp.
Ponsel ini dibekali dengan sistem operasi KaiOS yang dapat dimanfaatkan untuk mengakses Whatsapp sekaligus menjadi daya tarik bagi pembeli. Kabar ini disampaikan langsung oleh HMD Global, perusahaan pengembang sekaligus memasarkan ponsel Nokia.

Sebelumnya dikabarkan bahwa ponsel Nokia 8110 dibekali teknologi jaringan 4G. Ponsel ini memiliki toko aplikasi bawaan yang diberi nama Kai Store. Pengguna bisa mengunduh aplikasi yang dibutuhkan melalui Kaia Store.

Selain Whatsapp, ponsel Nokia 8110 juga bisa dipakai mengakses Facebook dan Google Assistant. Ponsel ini diperkuat dengan prosesor Snapdragon 205 yang didukung RAM 512 MB dan ruang penyimpanan 4GB. Tak ketinggalan, ponsel dengan layar 2,54 inchi ini dilengkapi dengan kamera belakang 2MP dengan flash dan baterai 1.500 mAh.

SamsungKasih Harga Target 10.000 Ponsel Terjual ke Pengemudi Grab

Menjalin kerja sama dengan Grab, Telkomsel dan Erajaya, Samsung menargetkan mampu menjual 10.000 telepon seluler (ponsel) pintar ke pengemudi Grab.

Vice President Samsung Electronics Indonesia, Lee Kang Hyun mengatakan pihaknya menargetkan bisa menjual 10.000 unit ponsel yang terjual melalui kerja sama ini. Dia menyebut kerja sama ini membantu perusahaan agar kelas pasar menengah ke bawah tertarik untuk menggunakan produk Samsung.

Dia mengakui untuk kelas menengah ke bawah penetrasi pasar produk Samsung masih bisa digali karena konsumen di kelas ini hanya mempertimbangkan harga untuk memilih produk ponsel pintar. Dengan demikian, Lee menuturkan masih diperlukan penetrasi pasar yang lebih dalam untuk menjangkau segmen kelas ini meskipun pihaknya memproduksi ponsel pintar untuk segala segmen.

“Kami bisa mencakupi 10.000 unit lewat driver. Orang higher segment mereka pasti dekat dengan Samsung,” ujarnya dalam acara kerja sama dengan Grab, Samsung dan Erajaya di Gedung Telkomsel,

Managing Director Grab Indonesia Ridzky Kramadibrata mengatakan tawaran ini sementara berlaku untuk pengemudi di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek). Setelah itu, baru menyentuh kota-kota besar lain di Jawa, Sumatra, Sulawesi dan Kalimantan.

Penyebarannya pun mengikuti jaringan Telkomsel, wilayah operasi Grab di 132 kota dan cakupan distribusi Samsung dan Erajaya. Dengan menggandeng Erajaya dan Samsung, terdapat penawaran khusus bagi para pengemudi Grab untuk memiliki ponsel pintar Samsung seri J2 Pro, J2 Prime, J2 Black, J4 Black, J6 Black dan Xcover 4.

“Kelihatannya, kami bergerak ke kota-kota besar. Naturally, Sumatra, Jawa, Sulawesi dan Kalimantan,” katanya.