Kencan Sebentar dengan Mitsubishi Outlander PHEV di Marseille

Indonesia sedang menyongsong teknologi terbaru di industri otomotif, yakni era kendaraan bertenaga listrik. Hampir semua pabrikan otomotif dunia sudah memiliki kendaraan listrik, meski dengan teknologi yang berbeda. Salah satunya adalah Mitsubishi dengan teknologi yang disebut PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle). Prinsip dasarnya sama yakni menggunakan baterai dan motor listrik sebagai sumber tenaga, tapi dibantu dengan mesin bensin konvensional. Pembahasan soal apa itu teknologi PHEV yang dimiliki Mitsubishi sudah dikupas sebelumnya. Untuk mengingat kembali, Outlander PHEV dibekali baterai untuk menyuplai dua motor listrik yang terhubung ke roda depan dan belakang, serta mesin bensin berkapasitas 2,4 liter untuk menyokong kinerja baterai bila dibutuhkan. “Hal yang perlu diperhatikan, mesin bensin itu sama sekali tidak terhubung dengan roda. Jadi tugas mesin bensin itu untuk menjaga suplai listrik ke baterai. Roda depan dan belakang terhubung dengan dua motor listrik berbeda,” jelas Ryuichi Kimura, Senior Manager Product Planning and Market Research Mitsubishi Motors Europe.

Motor listrik ke penggerak roda depan mampu menghasilkan daya 60 kw dengan daya jelajah 45 kilometer. Bila membutuhkan tenaga tambahan, ada motor listrik yang terhubung dengan roda belakang yang mampu menghasilkan daya 70 kw. “Tidak ada sistem transmisi di Outander PHEV ini. Sistem transmisi untuk menambah tenaga, digantikan dengan suplai tenaga dari baterai yang diberikan motor listrik,” jelas Kimura lagi.

Mesin bensin yang bertugas menjaga suplai listrik dari baterai, mempunyai kapasitas tangki bahan bakar 45 kilometer. Bila dikonversikan, konsumsi bahan bakar mesin bensin itu mencapai 2 liter per 100 kilometer. Sementara baterai memiliki kapasitas 13,8 kwh, terdiri dari 80 cell dengan daya 300 volt. “Outlander PHEV dirancang dengan konsep perpaduan antara karakter kendaraan murni listrik yang efisien, lembut dan tanpa suara, dengan ciri khas SUV yang tangguh, serta disempurnakan melalui teknologi penggerak empat roda S-AWC (Super All Wheel Control), yang safety dan stabil,” lanjut Kimura. Semua itu menghasilkan performa sebagai berikut; bila menggunakan mode EV mampu menjelajah sejauh 45 km, bila menggunakan perpaduan EV dan hybrid mampu menjelajah sejauh 655 km, konsumsi bahan bakar minyak hanya dua liter per 100 km, dengan maksimal kecepatan menggunakan mode EV 135 kpj.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *