Korea Selatan Membatasi Impor Minyak dari Iran

Volume impor minyak Korea Selatan turun 40,3 persen pada Juni 2018 dibanding bulan yang sama tahun lalu, ke level terendah sejak Januari 2015. Reuters dilansir Kontan.co.id, importir minyak negara itu memangkas pembelian menjelang pemberlakuan kembali sanksi Amerika Serikat yang menargetkan Iran. Korea Selatan yang merupakan salah satu pelanggan utama minyak Iran, mengimpor 686.849 ton minyak mentah Iran pada Juni atau setara 167.820 barel per hari (bpd). Volume ini lebih kecil dibandingkan 1,15 juta ton pada Juni. Data kantor pabean menunjukkan angka itu bahkan turun 9,5 persen dibanding Mei.
Sepanjang semester I , asupan minyak mentah Iran di Korea turun 33,9 persen  dibandingkan periode yang sama tahun lalu menjadi 6,13 juta ton (248.367 bph), menurut data. Penurunan ini terjadi setelah pemerintahan Presiden AS Donald Trump mengatakan akan menarik diri dari kesepakatan nuklir internasional dengan Iran dan memperbarui sanksi ekonomi yang keras terhadap Teheran. Sejak itu, Seoul berusaha mendapatkan pengecualian dari Amerika Serikat dalam upaya untuk mencegah dampak buruk penghentikan impor minyak Iran. Sumber-sumber yang mengetahui masalah ini bahkan mengatakan, Agustus nanti impor minyak Korea Selatan dari Iran bisa nol untuk pertama kalinya dalam enam tahun.

Pengiriman dari Meksiko menunjukkan peningkatan hampir lima kali lipat menjadi 568.377 ton. Impor minyak mentah Korea Selatan dalam enam bulan pertama tahun ini adalah 74,11 juta ton (3 juta bpd), naik 2,7 persen dari 72,17 juta ton selama periode yang sama , menurut data. Angka impor minyak mentah akhir Juni negara itu akan dirilis oleh perusahaan Korea National Oil Corp (KNOC) akhir bulan ini

15 Ton Kopi Garut Yang Akan Di Kirim Ke Seluruh Taiwan

Kopi asal Garut, Jawa Barat diekspor sebanyak 15 ton ke Taiwan untuk pertama kalinya pada Jumat . Kopi yang diekspor berasal dari kelompok tani binaan Kopi Asli Urang Garut (Kasuga). Setelah Taiwan, kopi juga akan diekspor ke sejumlah negara lainnya. Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Kementerian Pertanian Dedi Junaedi menjelaskan, ekspor kopi perdana ini menjadi tolak ukur untuk memajukan perkebunan kopi di Kabupaten Garut. “Momentum ini sangat penting bagi (Kementan) untuk mendukung ekspor perdana ke Taiwan dan selanjutnya ada permintaan lagi ke Ukraina. Luar biasa peran petani Kabupaten Garut, pemerintah akan terus memberikan dukungan dan semangat,” ujarnya dalam pernyataan tertulis,

Menurut Dedi, kopi merupakan komoditas strategis dan yang telah menjadi prioritas Kementan. Sayangnya, alokasi dana APBN untuk mengembangkan perkebunan kopi terbilang kecil. Oleh karenanya, perlu adanya pengumpulan dana dari setiap kelompok tani dan juga pelaku usaha. Rencananya, pemerintah pusat membuat sistem perekonomian yang memiliki lembaga. Nantinya, para petani dapat bergabung dengan kelompok tani dan dapat membangun koperasi. “Program ini akan digali dan didorong, pemerintah sangat mendukung karena tugas pemerintah membuat ekonomi yang berlembaga,” ujar dia. Keunikan kopi asal Garut Wakil Bupati Garut Helmi menjelaskan, kopi Garut juga akan diekspor ke Dubai, Amerika Serikat, Eropa, dan Ukraina. “Untuk perdana ini baru 15 ton untuk kedepan sudah ada beberapa negara untuk dilakukan ekspor ada 7 ton, 40 ton semoga kita dapat memenuhi akses dan berkelanjutan,” katanya. Menurut dia, kopi Garut berbeda dengan kopi lainnya, baik dari aroma maupun rasa. “Memiliki karakter yang seimbang. Ini merupakan potensi yang bisa menjadikan ekspor Negara Indonesia lebih baik dan banyak diminati negara tetangga,” ujar dia.
Wakil Kelompok Binaan KASUGA Christian mengatakan, petani Kabupaten Garut dapat mengekspor kopi untuk pertama kalinya berkat kerja sama dari semua pihak, baik pemerintah daerah maupun pusat. “Terima kasih kepada dinas terkait yang telah memberikan dukungan untuk dapat ekspor kopi petani. Hal tersebut juga dapat memajukan perkebunan kopi petani Kabupaten Garut,” katanya.